Wednesday, March 11, 2015

terasa masa begitu pantas

Pejam celik pejam celik sekejap je dah jumaat...kenapa jumaat?biasalah..sabtu kan cuti.hooray...dapatlah rehat setelah bhempas pulas bkerja...memang tu lah yang ditunggu2. Tapi kenapa sekarang ni rasa masa tu macam cepat je..seminggu rs macam 2,3 hari je..kadang2..rasa eh bukan ke semalam hari isnin...hari ni dah jumaat dah...mungkin ni lah petanda kiamat dah dekat..aku ade terbaca sebuah hadis dari riwayat Anas bin Malik r.a berkata:Rasulullah s.a.w bersabda. "Tidak akan menjadi kiamat sehingga masa menjadi singkat,Maka setahun dirasakan seperti sebulan Dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari Dan sehari dirasakan seperti Satu jam Dan Satu jam dirasakan seperti Satu percikan api."
Betullah kan....tapi ramai yang tak sedar yang sebenarnya kita ni dah x sempat...x sempat nak buat banyak amalan sebab sibuk mengejar waktu didunia...hmmm mudah2an kita semua pergi dalam keadaan husnul khatimah...dalam mengejar dunia jangan sampai tercicir lak akhirat...nasihat tuk diri sendiri sebenarnya....akhir kata renung2kan dan selamat beramal :)

Tuesday, June 24, 2014

Malam Pertama Kita

Malam Pertama Kita


Satu hal sebagai bahan renungan Kita...



Tuk merenungkan indahnya malam pertamaTapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semataBukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang MautSebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu... mem pelai sangat dimanjakanMandipun...harus dimandikanSeluruh badan Kita terbuka....Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .Tak ada sedikitpun rasa malu...Seluruh badan digosok dan dibersihkanKotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkanBahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih...

Itulah sosok Kita....Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. ,Kitapun dipakaikan gaun cantik berwarna putihKain itu ...jarang orang memakainya..Karena sangat terkenal bernama KafanWangian ditaburkan kebaju Kita...Bahagian kepala.., badan. .., dan kaki diikatkanTataplah.... tataplah. ..itulah wajah KitaKeranda pelaminan... langsung disiapkanPengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetanggaMenuju istana keabadian sebagai simbol asal usulKita diiringi langkah longlai seluruh keluargaSerta rasa haru para handai taulanGamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah DzikirAkad nikahnya bacaan talkin....Berwalikan liang lahat..Saksi-saksinya nisan-nisan. . yang telah tib a duluanSiraman air mawar.. pengantar akhir kerinduanDan akhirnya.... tiba masa pengantin..Menunggu dan ditinggal sendirian,Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama yang indah atau meresahkan..Ditemani rayap-rayap dan cacing tanahDi kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi.....Sang Malaikat lalu bertanya.Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...Ataukah Kita akan memperoleh Siksa Kubur.....Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi kesabaran untukmembacanya terus hingga ke akhir.




*Copy paste